PENGANTAR

Penerapan manajemen risiko diperlukan organsasi agar dapat mengantisipasi situasi penuh ketidakpastian dan perkembangan yang semakin dinamis pada era industri 4.0. Dengan penerapan manajemen risiko yang menyeluruh maka organisasi dapat menjaga tumbuh kembang secara berkesinambungan yang akhirnya membuat organisasi dapat menciptakan nilai ekonomis, sosial, dan lingkungan secara berimbang Hal yang penting dan mutlak diperlukan untuk menerapkan manajamen risiko secara efektif di organisasi adalah sumber daya insani yang kompeten dalam menerapkan manajemen risiko. LPKN training center hadir untuk mendorong pengembangan sumber daya insani yang kompeten pada bidang manajemen risiko dengan menyelenggarakan sertifikasi kompetensi manajemen risiko berbasis SNI ISO 31000.

ISO 31000 merupakan standar internasional untuk manajemen risiko yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Saat ini, ISO 31000 telah digunakan sebagai standar acuan manajemen risiko di berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia yang telah mengadopsi kedalam Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO 31000. Dengan rujukan yang bersifat internasional maka organisasi pengguna maupun individu yang memiliki kompetensi dalam menerapkan SNI ISO 31000 di organisasi dapat memperoleh banyak manfaat.

kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai terutama dalam menguasai teknik dan proses manajemen risiko secara utuh, rinci, aplikatif dan mandiri, mempunyai cara pandang dan persepsi yang sama di dalam memandang risiko, membedakan ciri-ciri risiko dan kesempatan (opportunity), memahami proses, scope dan kerangka kerja Enterprise Risk Management (ERM), melakukan identifikasi risiko (dengan berbagai metode identifikasi) pada proses bisnisnya masing-masing, memahami cara menentukan kriteria dalam penilaian besaran risiko (Risk Level), mampu melakukan pengukuran bobot risiko pada tataran inherent risk, residual risk, dan mitigation, membuat peta risiko, membuat risk response awal/tanggapan terhadap risiko yang melekat pada aktivitas bisnis prosesnya dan memahami teknik membuat Risk Mitigation Action Plan, melakukan monitoring dan menyajikan pelaporan risiko, dan membuat Risk Register yang informatif.

Pelatihan bagi para calon QRMO difokuskan pada pembangunan pemahaman dan kemampuan praktik tingkat dasar di bidang manajemen risiko berbasis ISO 31000 dengan tujuan agar seorang QRMO tidak hanya mampu untuk menjadi tenaga pelaksana pendukung proses manajemen risiko melainkan juga mampu menjadi agent of change dalam penerapan manajemen risiko di lingkungan organisasi.

Adapun jumlah hari pelatihan persiapan ujian sertifikasi QRMO adalah 4 hari pelatihan intensif yang terdiri dari sesi tutorial teoretis dan praktik, serta penugasan individu dan kelompok, yang dilengkapi dengan simulasi ujian.

MATERI KOMPETENSI - BNSP

  • Memaparkan prinsip-prinsip manajemen risiko sesuai SNI ISO 31000
  • Memaparkan penerapan kerangka kerja manajemen risiko sesuai SNI ISO 31000
  • Memaparkan penerapan proses manajemen risiko sesuai SNI ISO 31000
  • Mengaplikasikan proses manajemen risiko sesuai SNI ISO 31000
  • Membangun pemahaman struktur organisasi yang mengacu pada GCG di Indonesia
  • Memaparkan tentang kepemimpinan manajemen secara umum

KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO

Kerangka kerja manajemen risiko ISO 31000: 2009 Risk Management – Principles and Guidelines dimulai dengan pemberian mandat dan komitmen. Pemberian mandat dan komitmen merupakan hal yang sangat penting karena menentukan akuntabilitas, kewenangan, dan kapabilitas dari pelaku manajemen risiko. Hal-hal penting yang harus dilakukan pada pemberian mandat dan komitmen adalah:

  • Membuat dan menyetujui kebijakan manajemen risiko
  • Menyesuaikan indikator kinerja manajemen risiko dengan indikator kinerja perusahaan
  • Menyesuaikan kultur organisasi dengan nilai-nilai manajemen risiko
  • Menyesuaikan sasaran manajemen risiko dengan sasaran strategis perusahaan
  • Memberikan kejelasan peran dan tanggung jawab
  • Menyesuaikan kerangka kerja manajemen risiko dengan kebutuhan organisasi.

PRINSIP MANAJEMEN RISIKO

ISO 31000: 2009 Risk Management – Principles and Guidelines menentukan sebelas prinsip yang perlu dipahami dan diterapkan pada kerangka kerja dan proses manajemen risiko untuk memastikan efektivitasnya. Sebelas prinsip tersebut adalah:

  • Memberikan nilai tambah dan melindungi nilai organisasi
  • Bagian terpadu dari seluruh proses organisasi
  • Bagian dari pengambilan keputusan
  • Secara khusus menangani ketidakpastian
  • Sistematis, terstruktur, dan tepat waktu
  • Berdasarkan informasi terbaik yang tersedia
  • Disesuaikan dengan kebutuhan organisasi
  • Mempertimbangkan faktor budaya dan manusia
  • Transparan dan inklusif
  • Dinamis, berulang, dan responsif terhadap perubahan
  • Memfasilitasi perbaikan sinambung dan peningkatan organisasi

WAKTU :

  • Online, 16 JP
  • 4 Hari
  • Senin - Sabtu, 26 - 31 Juli 2021
  • Pukul 13.30 – 16.30 WIB

FASILITAS :

  • Mengikuti Pelatihan 6 Materi Kompetensi (Online)
  • Materi Pelatihan
  • Peraturan / Regulasi Terkait
  • Video Rekaman Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan
  • Sertifikat Kompetensi BNSP (Jika Dinyatakan Lulus)
  • Biaya Pengiriman sertifikat

MANFAAT PELATIHAN

Manfaat Bagi Individu

  • Lebih banyak pilihan dalam karir profesional
  • Menguasai teknik dan proses manajemen risiko secara utuh, rinci, aplikatif dan mandiri
  • Lebih berpeluang dalam karir internasional – terutama bagi yang memilik aspirasi berkarya di organisasi internasional.
  • Mampu Melakukan identifikasi risiko pada proses bisnisnya masing-masing
  • Lebih bernilai tambah terutama bagi yang ingin memiliki faktor pembeda yang dapat memberikan nilai ekonomis lebih tinggi.
  • Mampu melakukan pengukuran bobot risiko pada tataran inherent risk, residual risk, dan mitigation
  • Mampu Membuat Risk Response awal/tanggapan terhadap risiko yang melekat pada aktivitas bisnisnya dan memahami teknik membuat Risk Mitigation Action Plan
  • Memahami cara menentukan kriteria dalam penilaian besaran risiko (Risk Level)
  • Lebih terlatih dalam menghadapi ketidakpastian dan risiko yang melekat dalam berbagai penugasan professional yang dihadapi.

Manfaat Bagi Organisasi

  • Memiliki sumber daya yang kompeten di bidang manajemen risiko berbasis SNI ISO 31000, yang terstandarisasi dan terukur.
  • Mampu menerapkan SNI ISO 31000 lebih efektif dan menyeluruh karena memiliki sumber daya yang kompeten.
  • Dapat mendukung perkembangan organisasi dalam era persaingan global yang penuh ketidakpastian dan risiko.
  • Dapat meningkatkan probabilitas kesuksesan organisasi dalam mencapai visi misi dan tujuan strategik.
  • Dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis.
  • Dapat meningkatkan daya tahan organisasi dalam menghadapi ketidakpastian dan risiko.
  • Dapat mendukung organisasi dalam mengembangkan budaya manajemen risiko dan pengendalian internal yang sehat sebagai dasar penerapan tatakelola (governance) organisasi.
  • Memudahkan integrasi sistem manajemen risiko organisasi dengan berbagai sistem manajemen berbasis ISO, misal ISO 9001, ISO 26000, ISO 27000 series, ISO19000 series dan sebagainya.

HARGA NORMAL :

Rp. 8.000.000,-

HARGA PROMOSI :
Rp. 5.750.000,-

Segera Mendaftar

+62


Download Surat

Penyelenggara Kegiatan

Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) merupakan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan resmi yang berdiri sejak tahun 2005, dan telah Tersertifikasi ISO 9001 : 2015 bidang Manajemen Mutu, serta ISO 21001 : 2018 bidang Pendidikan dan Pelatihan, serta telah Ter Akreditasi A Oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) – RI, untuk kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Pengadaan dan Sertifikasi Barang/ Jasa pemerintah. Saat ini telah memiliki Alumni sebanyak 1.600.230 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia, LPKN juga telah medapatkan 2 Rekor MURI, dalam penyelenggaraan Webinar dengan jumlah Peserta lebih dari 150.000 orang.

Kunjungi juga website kami di www.LPKN.id

KONTAK
Kantor : 021 – 47862224
Panitia : 0811 8042 811

Pengunjung Hari Ini : 12
Pengunjung Online : 1
Total Pengunjung : 3.451


© Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional: 2020.